khutbah singkat LAKI LAKI ADALAH PEMIMPIN BAGI WANITA
LAKI LAKI ADALAH PEMIMPIN BAGI WANITA
إِنَّ
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ
بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى
اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ
مُّسْلِمُوْنَ. ِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ
وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ
الْقِيَامَةِ. . أَمَّا بَعْدُ؛
Jamaah
Jum’at yang dirahmati Allah,
Mari kita senang tiasa menigkatkan
kualitas iman dan taqwa kita kepada Alloh SWT,sebab hanya dengan iman dan taqwa
kita dapat meraih ridho dari Alloh untuk
menjalani kehidupan di dunia ini.
Allah Ta’ala berfirman:
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرً
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ وَاللاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرً
artinya
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “(mereka; maksudnya, Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). (QS An-Nisaa’/ 4:34).
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya) ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara “(mereka; maksudnya, Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik). (QS An-Nisaa’/ 4:34).
Ayat ini menegaskan tentang kaum
lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita, dan menjelaskan tentang wanita
shalihah.
Menurut Ibnu Katsir, lelaki itu adalah pemimpin wanita, pembesarnya, hakim atasnya, dan pendidiknya. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik, sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki, dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
Menurut Ibnu Katsir, lelaki itu adalah pemimpin wanita, pembesarnya, hakim atasnya, dan pendidiknya. Karena lelaki itu lebih utama dan lebih baik, sehingga kenabian dikhususkan pada kaum lelaki, dan demikian pula kepemimpinan tertinggi. Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda:
لَنْ يُفْلِحَ قَوْمٌ وَلَّوْا أَمْرَهُمْ
امْرَأَةً.
“Tidak akan beruntung suatu kaum
yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka kepada seorang wanita.”(Hadits
Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman bin Abi Bakrah dari ayahnya).
Ibnu Katsir melanjutkan, dan
demikian pula (khusus untuk lelaki) jabatan qodho’/ kehakiman dan hal-hal
lainnya. Karena laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka, yaitu
berupa mahar/ maskawin, nafkah-nafkah dan beban-beban yang diwajibkan Allah
atas lelaki untuk menjamin perempuan. Maka dalam diri lelaki itu ada kelebihan
dan keutamaan atas perempuan, hingga sesuailah kalau lelaki itu menjadi
pemimpin atas perempuan. Sebagaimana
kekuatannya. Oleh karena itu ada
kekhususan bagi laki-laki yaitu mengenai an-nubuwwah (kenabian), al-imamah
(kepemimpinan), al-wilayah (kewalian), as-syahadah (kesaksian --dalam perkara
pidana, wanita tidak boleh jadi saksi, hanya khusus lelaki, pen) jihad dan
hal-hal lainnya. (Irsyaadul
‘Aqlis Saliim, 1/339).
Selanjutnya, penjelasan ayat di
atas adalah: “Sebab itu maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah
lagi memelihara diri,” maksudnya tidak berlaku serong ataupun curang serta
memelihara rahasia dan harta suaminya; “ketika suaminya tidak ada, oleh karena
Allah telah memelihara (mereka).”
Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam. Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang).
Ini adalah rincian keadaan wanita di bawah kepemimpinan lelaki. Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa wanita itu ada dua macam. Yang satu adalah wanita-wanita shalihah muthi’ah (baik lagi taat) dan yang lain adalah ‘ashiyah mutamarridah (bermaksiat lagi menentang).
Wanita-wanita
shalihah muthi’ah adalah taat kepada Allah dan suaminya, melaksanakan hak-hak
dan kewajiban yang ada pada dirinya, menjaga dirinya dari kekejian (zina), dan
menjaga harta suaminya dari pemborosan. Sebagaimana mereka menjaga hal-hal yang
berlangsung antara dirinya dan suaminya yang wajib disembunyikan dan menjaga
baik-baik kerahasiaannya. Di dalam hadits disebutkan:
إِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ
الْقِيَامَةِ الرَّجُلُ يُفْضِيْ إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِيْ إِلَيْهِ ثُمَّ
يَنْشُرُ أَحَدُهُمَا سِرَّ صَاحِبِهِ. (رواه مسلم و أبو داود).
“Sesungguhnya termasuk sejelek-jelek manusia bagi Allah
tempatnya di hari kiamat, (yaitu) laki-laki yang menggauli (menyetubuhi)
isterinya dan isterinya pun menggaulinya, kemudian salahsatunya menyiarkan
rahasia teman bergaulnya itu.” (HR Muslim dan Abu Daud). Hadirin sidang jum”atrohimakumulloh
Pada zaman jahiliyah banyak orang yang memperlakukan wanita tidak pada mestinya
Aturan dalam Al-Quran telah tegas
dan jelas, lelaki itu pemimpin atas wanita, sedang wanita itu dipentingkan
ketaatannya kepada Allah, Rasul-Nya, dan kepada suaminya. Namun kepemimpinan
lelaki ataupun ketaatan wanita seakan tidak dianggap penting dalam dunia jahil.
Hingga muncul kondisi yang ironis, tidak sesuai aturan. Ada wanita yang
diangkat-angkat oleh orang-orang jahil melebihi kodratnya dan melanggar aturan
agama. Sebaliknya, ada wanita-wanita yang diperlakukan oleh orang-orang jahil
sebagai barang mainan, yang hal itu melanggar kodratnya atau fitrahnya,
disamping melanggar aturan agama. Seharusnya, wanita mendapat perlindungan,
pemeliharaan dari para suami dan bahkan masyarakat. Namun, justru wanita
dijadikan alat untuk melariskan hal-hal yang tak terpuji atau tak sesuai dengan
ajaran Islam, misalnya tontonan. Sehingga wanita yang sebenarnya terhormat itu
kemudian dijadikan bahan tontonan. Ada orang tua atau suami yang merelakan
wanitanya jadi penyanyi, penjoget, pelawak, pelaku adegan-adegan film atau
sinetron tak senonoh yang ditonton banyak orang. Ada orang tua dan suami-suami
yang merelakan wanitanya dijadikan pajangan untuk menarik pembeli atau konsumen
di toko-toko, di bank-bank, di pameran-pameran perdagangan, di hotel-hotel dan
sebagainya. Jual beli antara lelaki dan perempuan pada asalnya mubah,
boleh-boleh saja. Tetapi sekarang wanita di pertokoan bukan sekadar sebagai
pelayan, namun sebagai alat penarik konsumen, hingga wanita-wanita pelayan itu
diseragami pakaian yang setengah telanjang. Ini sudah bertentangan dengan
aturan Islam. Dan bahkan ada orang tua atau suami yang merelakan wanitanya
dijadikan mainan oleh orang lain. Na’uudzu billaahi min dzaalik. Lelaki yang
demikian itu adalah dayyuts, tidak merasa cemburu terhadap keluarganya yang
berbuat sesuatu dengan lelaki lain.
Hadirin sidang jum”atrohimakumulloh
. demikian
khutbah yang dapat kami sampaikan mudah mudahan di iringi ridho Alloh dan mari kita berlomba membina wanita, baik itu isteri kita, keluarga
kita maupun kerabat agar mencapai derajat prestasi unggul yang sesuai dengan
anjuran beliau, yaitu wanita shalihah. Mungkin bisa kita mulai dari sekarang.
Mari kita berlomba membentuk wanita shalihah dalam keluarga dan masyarakat
Islam. Mudah-mudahan hal ini bisa kita laksanakan. Amien.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ
الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ
وَلَكُمْ.
Khutbah Kedua
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ
وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ
أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ
هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. قَالَ
تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. : {إِنَّ اللهَ
وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ
ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا}.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ. اَللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ باَطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.
KUTBAH JUM'AT SINGKAT BERKUALITAS TAHUN BARU MASEHI
KHUTBAH
PERTAMA
TAHUN BARU 2019
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Jamaah Jum’at yang dirahmati
Allah,
pertama marilah kita mengaturkan rasa syukur kita kepada Alloh SWT,yang mana hingga saat ini kita masih di mendapat rahmad dari Alloh SWT,bukti yang nyata rahmad Alloh tersebut kita masih di pertemukan dengan tahun baru masehi yaitu tahun 2019,dengan datangnya tahun 2019 berarti jumlah nominal usia kita bertambah namun jatah kita hidup di dunia berkurang,
maka
dari itu mari dengan berkurangunya jatah kita hidup di dunia di sisa sisa umur
kita ini kita manfaatkan dengan sebaik baiknya,kita manfaatkan dengan lebih
meningkatkan ibadah kita ,kita jauhi larangan larangan Alloh,karna percuma
kalau ibadah kita rutin rajin,tapi tetap melanggar larangan Alloh,itu berarti
kita sama dengan mengejek syariat yang telah Alloh tentukan.
Hadirin
sidang jum at yang di rahmati Alloh
Rasa gembira kita dengan datangnya tahun baru ini jadikan sebagai
perwujudan rasa syukur kita kepada Allah swt bahwa kita masih diberi kesempatan
untuk mempergunakan umur dan segala fasilitas hidup yang akan kita pertanggungjawabkan
nanti, sebagaimana disabdakan Nabi saw.
لَا تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ
آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى يَسْأَلَهُ
عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ
أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَمَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ
“Tidak akan
bergeser kaki manusia pada hari kiamat dari sisi Rabnya sehinga ditanya tentang
lima hal: tentang umurnya untuk apa ia pergunakan, masa mudanya untuk apa ia
habiskan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan kemana ia infakkan, dan
tentang ilmunya apa yang ia amalkan (darinya).
Hadirin jamaah
jum at yang di rahmati Alloh,
Di balik
kegembiraan kita dengan tahun baru masehi, kita tidak boleh lupa bahwa di tahun
2018 yang lalu Alloh banyak sekali menurunkan musibah pada pada bumi pertiwi
Indonesia dari musibah gempa bumi hingga sunami yang menelan korban jiwa ribuan
orang,serta kerugian materi yang tak terhitung jum lah nominal rupiyahnya,hal
tersebut terjadi atas kehendak Alloh,Alloh melihat banyak sekali kemungkaran di
atas dunia ini,dari minuman keras serta obat obatan terlarang yang kini malah
menjadi kebanggaan,dari seks bebas serta prostitusi online yang meraja lela,serta
kemungkaran kemungkaran yang lain.itulah sebab sebab mengapa musibah bertubi
tubi melanda bumi pertiwi ini.dan bukan tidak mungkin di daerah yang kita
tempati ini akan memdapat giliran juga apa bila kita tidak memperbaiki
kuwalitas iman kita,
Oleh sebab itu
sidang jum at mari kita sama sama melawan nafsu buruk kita ,kita tahlukkan hati kita agar tidak
menjadi tempat setan berbisik,kita kendalikan badan kita kusus untuk bersujud
kepada Alloh,bukan untuk menumpuk dosa,mari bertobat kembali ke jalan Alloh
sebelum ajal mendahului kita jangan sampai
terjadi penyesalan
Janganlah
dikemudian hari kita termasuk orang-orang yang menyesal karena tidak dapat
mempergunakan karunia Allah dengan sebaik-baiknya berupa kesempatan hidup
dengan berbagai amal kebajikan, hingga kita akan mengalami nasib yang tragis
pada saat tutup usia kita, sebagaimana diilustrasikan dalam al-Qur’an:
حَتَّى
إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (٩٩)لَعَلِّي أَعْمَلُ
صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ
وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
“Hingga apabila datang kematian kepada seorang dari mereka, dia
berkata, “Ya Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku beramal shalih
terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah
perkataan yang diucapkan saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai hari
mereka dibangkitkan.” (Qs Al
Mukminun: 99-100)
Hadirin
jamaah jum at yang di rahmati Alloh
Mari
kita saling mengingatkan untuk suatu kebenaran agar kita menjadi orang yang
beruntung baik di dunia dan di ahirat`
وَالْعَصْرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلاَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi
masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,
kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.
(QS. 103:3)
demian kutbah jum at yang dapat kami sampaikan
mudah mudahan kita slalu dalam rahmad Alloh,slalu slalu dalam lindungan Alloh,dan
di jauhkan dari musibah musibahmu Ya Alloh,Amin Amin YaROBBAL ALAMIN
بَارَكَ الله لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَجَعَلَنَا اللهُ
مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ.
أَقُوْلُ قَوْلِيْ هذا وَأَسْتَغْفِـرُ الله لِيْ وَلَكُمْ
MAKALAH KOMPONEN KURIKULUM PAI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF SERTA TUJUAN, JENIS DAN FAKTOR PENGEMBANGANYA
MAKALAH
KOMPONEN KURIKULUM PAI
DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF SERTA TUJUAN, JENIS DAN FAKTOR
PENGEMBANGANYA
DI
SUSUN OLEH
KELOMPOK II
EDI IRAWAN
AMYNARSIH
ENI HARTATI
IIN ASMARANI
REZA MARIA
SARMAWATI
ANI MAIMANAH
DOSEN
PEMBIMBING
YULIAN
MUKHNI,M.Pd
MATA
KULIAH
PENGEMBANGAN
KURIKULUM
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) BATURAJA
OGAN
KOMERING ULU SUMATERA SELATAN
2018
Puji
syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah
Evaluasi Pendidikan dengan judul “ Taksonomi Tujauan Pembelajaran “ ini sebatas
pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Drs.Dadang Nurdin,M.Pd.i selaku Dosen
mata kuliah pengembangan
system evaluasi PAI yang telah memberikan tugas
ini.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna
dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita tentang pengklasifikasian
tujuan pembelajaran. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini
terdapat kekurangan dan jauh dari apa yang telah harapkan. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga penelitian ini dapat dipahami dan bermanfaat bagi siapapun yang
membacanya.
PENULIS
KELOMPOK
IV
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang
atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran
dan pelatihan yang sesuai prosedur pendidikan itu sendiri.
Evaluasi berasal dari kata evaluation (bahasa
inggris). Kata tersebut diserap ke dalam perbendaharaan istilah bahasa
Indonesia dengan tujuan mempertahankan kaya aslinya dengan sedikit penyesuaian
lafal Indonesia menjadi “evaluasi”. Istilah “penilaian” merupakan kata benda
dari nilai.
Suchman (1961 dalam Anderson) memandangevaluasi sebagai sebuah
proses menentukan hasil yang telah dicapai beberapa kegiatan yang direncanakan
untuk mendukung tercapainya tujuan.
Dalam evaluasi selalu mengandung proses. Proses evaluasi harus
tepat terhadap tipe tujuan yang biasanya dinyatakan dalam bahasa perilaku.
Dikarenakan tidak semua perilaku dapat dinyatakan dengan alat evaluasi yang
sama, maka evaluasi menjadi salah satu hal yang sulit dan menantang, yang harus
disadari oleh para guru.
Istilah taksonomi Bloom menjadi sangat familiar dalam materi
evaluasi atau penilaian pendidikan. Bloom dan Krathwohl telah memberikan banyak
inspirasi kepada banyak orang yang melahirkan taksonomi lain. Secara garis
besar, Bloom bersama kawan- kawan merumuskan tujuan- tujuan pendidikan pada 3
tingkatan, kategori tingkah laku yang masih verbal, perluasan kategori menjadi
sederetan tujuan dan tingkah laku konkret yang terdiri dari tugas- tugas (taks)
dalam pertanyaan- pertanyaan sebagai ujian dan butir- butir soal. Dalam proses
perkembangannya taksonomi Bloom mengalami revisi.
Uraian di atas menjadi latar belakang penulis dalam membuat
makalah penilaian berdasarkan revisi taksonomi Bloom.
B. RumusanMasalah
Rumusan masalah dalam
makalah ini sebagai berikut:
1.
defenisi Taksonomi
2. devinisi
penilaian
3. taksonomi
hasil belajar
BAB
II
PEMBAHASAN
TAKSONOMI
TUJUAN PENILAIAN
A. Pengertian
Taksonomi
Definisi
Taksonomi
Taksonomi
berasal dari bahasa Yunani “tassein” yang berarti untuk mengklasifikasi, dan
“nomos” yang berarti aturan. Suatu pengklasifikasian atau pengelompokan yang
disusun berdasarkan ciri-ciri tertentu. Klasifikasi berhirarki dari sesuatu,
atau prinsip yang mendasari klasifikasi. Klasifikasi bidang ilmu, kaidah, dan
prinsip yang meliputi pengklasifikasian objek. Taksonomi adalah
klasifikasi atas dasar hirarkhi dilakukan menurut tingkatan yaitu dimulai
dari tingkatan yang mudah sampai dengan tingkatan yang rumit, dan dari
tingkatan yang sempit sampai dengan tingkatan yang lebih luas atau sebaliknya.
Model taksonomi Bloom merupakan salah satu pengembangan teori kognitif, yang
biasa sering dikaitkan dengan persoalan dalam merumuskan tujuan pembelajaran
dan masalah standar evaluasi atau pengukuran hasil belajar sebagai pengembangan
sebuah kurikulum. Taksonomi Bloom merujuk pada taksonomi yang dibuat untuk
tujuan pendidikan. Taksonomi ini pertama kali disusun oleh Benjamin S. Bloom
pada tahun 1956. Dalam hal ini, tujuan pendidikan dibagi menjadi beberapa
domain (ranah, kawasan) dan setiap domain tersebut dibagi kembali ke dalam
pembagian yang lebih rinci berdasarkan hirarkinya.
B. Defenisi Penilaian
Secara umum penilaian atau evaluasi adalah suatu proses sistematik untuk
mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Salah satu yang
menjadi masalah utama di dalam penilaian adalah pengukuran hasil
belajar. Pengukuran tersebut merupakan landasan yang terpenting di dalam
penilain pembelajaran. Hanya penilaian yang berdasar pada hasil pengukuran
yang dapat dipercaya sehingga dapat dijadiakan landasan yang kuat bagi
pengambilan keputusan atau kebijakan tentang pembelajaran (Sidin, 2012).
Evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan
sejauh mana, dalam hal apa, dan bagaimana tujuan pendidikan sesudah tercapai.
Definisi yang lebih luas dikemukakan oleh dua otang ahli, yakni Cronbach dan Stufflebeam. Definisi tersebut adalah
bahwa proses evaluasi bukan sekedar mengukur sejauh mana tujuan tercapainya,
tetapi digunakan untuk membuat keputusan (Arikunto, 2005).
Kellough dan Kellough (Rasyid, 2007)
mengidentifikasi tujuan penilaian adalah untuk:
(1)
membantu belajar siswa,
(2) mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan,
(3) menilai efektivitas strategi pengajaran,
(4)
menilai dan meningkatkan efektivitas program kurikulum,
(5)
menilai dan meningkatkan efektivitas pengajaran,
(6) menyediakan data yang membantu dalam membuat
keputusan,
(7)
komunikasi dan melibatkan orang tua siswa.
C. Taksonomi Hasil Belajar
Sebagaimana
dijelaskan pada bagain sebelumnya, tujuan mempunyai peran yang asangat penting
dalam evaluasi; selain merupakan ‘kriteria’ tujuan juga dapat menjadi acuan
yang mengarahkan prosedur dan penilaian[6].
Taksonomi
ini pada dasarnya adalah taksonomi tujuan pendidikan, yang menggunakan
pendekatan psikologik, yakni dimensi psikologik apa yang berubah pada peserta
didik setelah ia memperoleh pendidikan itu. Taksonomi ini dikenal dengan
taksonomi Blomm’s, karena pencetus ide ini adalah Banyamin S. Bloom, walupun
tidak semua domain dikembangkan olehnya[7].
a. Taksonomi
hasil belajar kognitif
Hasil belajar kognitif adalah
perubahan perilaku yang terjadi dalam kawasan kognisi. Prosesbelajar yang
melibatkan kognisi meliputi kegiatan sejak dari penerimaan stimulus eksternal
oleh sensori, penyimpanan, dan pengolahan dalam otak menjadi informasi hingga
pemanggilan kembali informasi ketika diperlukan untuk menyelesaikan masalah.
Blomm membagi dan menyusun secara
hirarkhis tingkat hasil belajar kognitif mulai dari yang palinng rendah dan
sederhana yaitu hafalan sampai yang paling tinggi dan kompleks yaitu evaluasi.
Makin tinggi tingkat maka makin kompleks dan penguasaan suatu tingkat
mempersyaratkan penguasaan tingkat sebelumnya. Enam tingkat itu adalah hafalan
(C1), pemahaman (C2), penerapan (C3), analisi (C4), sintesis (C5), dan evaluasi
(C6).
1) Kemampuan
menghafal (knowledge) merupakan kemampuan kognitif yang paling rendah.
Kemampuan ini merupakan kemampuan memanggil kembali fakta yang disimpan dalam
otak digunakan untuk merespon suatu masalah.
2) Kemampuan
pemahaman (chomprehension) adalah kemampuan melihat fakta dengan fakta.
Menghafal fakta saja tidak lagi cukup karena pemahaman menuntut akan fakta dan
hubungannya.
3) Kemampuan
penerapan (application) adalah kemampuan kognitif untuk memahami aturan,
hukum, rumus dan sebagainya dan menggunakan untuk memecahkan masalah.
4) Kemampuan
analisis (analysis) adalah kemampuan memahami sesuatu dengan
menguraikannya ke dalam unsur-unsur.
5) Kemampuan
sintesis (syinthesis) adalah kemampuan memahami dengan mengorganisasikan
bagian-bagian ke dalam kesatuan.
6) Kemampuan
evaluasi (evaluation) adalah kemampuan membuat penilaian dan mengambil
keputusan dari hasil penilainnya[8]. Evaluasi berkaitan dengan kemampuan
untuk membuat keputusan penilaian (value judgment) terhadap suatu hal
seperti pernyataan, laporan penelitian, dan sebagainya untuk tujuan tertentu[9].
b. Taksonomi
hasil belajar efektif
Ranah
efektif berkenaan dengan sikap dan nilai. Beberapa ahli mengatakan bahwa sikap
seseorang dapat diramalkan perubahannya, bila seseorang telah memiliki
penguasaan kognitif tingkat tinggi[10].
Seperti
yang dikutip oleh Dr. Purwanto, M.pd, dari beberapa buku, taksonomi hasil
belajar efektif dikemukakan oleh Krathwolh. Krathwohl membagi hasil belajar
efektif menjadi lima tingkat yaitu penerimaan, partisipasi, penilaian,
organisasi dan internalisasi. Hasil belajar disusun secara hirarkhis mulai dari
tingkat yang paling rendah dan sederhana hingga tingkat yang paling tinggi dan
kompleks.
1) Penerimaan
(receiving) atau menaruh perhatian (attending) adalah kesediaan
menerima rangsang dengan memberikan perhatian kepada rangsangan yang
diperhatikan olehnya.
2) Partisipasi
atau merespon (responding) adalah kesediaan memberikan respons dengan
berpartisipasi. Pada tingkat ini siwa tidak hanya memberikan perhatian kepada
rangsangan tapi juga berpartisipasi dalam kegiatan meneriama rangsangan.
3) Penilaian
atau penentuan sikap (valuing) adalah kesediaan untuk menentukan nilai
dari rangsangan tersebut.
4) Organisasi
adalah kesediaan mengorganisasi nilai-nilai yang dipilihnya untuk menjadi
pedoman yang mantap dalam perilaku.
5) Internalisasi
nilai atau karakter (charactericzation) adalah menjadikan nilai-nilai
yang dioraganisasikan untuk tidak hanya menjadi pedoman perilaku tetapi juga
menjadi bagian dari pribadi dalam perilaku sehari-hari[11].
c. Taksonomi
hasil belajar psikomotorik
Tujuan-tujuan
pendidikan yang berkaitan dengan gerak fisik yang manipulatif dikategorikan
dalam ranah psikomotor[12].
Hasil
belajar tingkat yang lebih tinggi hanya dapat dicapai apabila siswa telah
menguasai hasil belajar yang lebih rendah. Namun, taksomoni yang paling banyak
digunakan adalah taksonomi hasil belajar psikomotorik dari Simpson (Winkel,
1996: 249-250; Gronlund, 1990: 510) yang mengklasifikasikan hasil belajar
psikomotorik menjadi enam: persepsi, kesiapan, gerakan terbimbing, gerakan
biasa, gerakan kompleks, dan kreativitas[13].
1) Persepsi
(perception) adalah kemampuan hasil belajar psikomotorik yang paling
rendah. Persepsi adalah kemampuan membedakan suatu gejala dengan gejala lain[14]. Sub-ranah pertama psikomororik ini
merujuk pada penggunakan organ-organ indrawi peserta didik untuk mendapatkan
‘gambaran’ atau ‘kunci’ yang dapat membimbing gerak atau aktifitas motorik[15].
2) Kesiapan
(set) adalah kemampuan menempatkan diri untuk memulai suatu gerakan.
3) Gerakan
terbimbing (guided response) adalah kemampuan melakukan gerakan
meniru model yang disontohkan.
4) Gerakan
terbiasa (menchanism) kemampuan melakukan gerkaan tanpa ada model
contoh. Kemampuan dicapai karena latihan berulang-ulang sehingga menjadi
kebiasaan.
5) Gerakan
kompleks (adaptation) adalah kemampuan melakukan serangkaian gerakan
dengan cara, urutan dan irama yan tepat.
6) Kreativitas
(origination) adalah kemampuan menciptakan gerakan-gerakan baru yang
tidak ada sebelumnya atau mengkombinasikan gerakan-gerakan yang ada menjadi
kombinasi gerakan baru yang orisinil[16].
BAB III
KESIMPULAN
Definisi
Taksonomi
Taksonomi berasal dari bahasa Yunani
“tassein” yang berarti untuk mengklasifikasi, dan “nomos” yang berarti aturan.
Suatu pengklasifikasian atau pengelompokan yang disusun berdasarkan ciri-ciri
tertentu. Klasifikasi berhirarki dari sesuatu, atau prinsip yang mendasari
klasifikasi. Klasifikasi bidang ilmu, kaidah, dan prinsip yang meliputi
pengklasifikasian objek. Taksonomi adalah klasifikasi atas dasar
hirarkhi dilakukan menurut tingkatan yaitu dimulai dari tingkatan yang
mudah sampai dengan tingkatan yang rumit, dan dari tingkatan yang sempit sampai
dengan tingkatan yang lebih luas atau sebaliknya. Model taksonomi Bloom
merupakan salah satu pengembangan teori kognitif, yang biasa sering dikaitkan
dengan persoalan dalam merumuskan tujuan pembelajaran dan masalah standar
evaluasi atau pengukuran hasil belajar sebagai pengembangan
Secara umum penilaian atau evaluasi adalah suatu proses sistematik untuk
mengetahui tingkat keberhasilan dan efisiensi suatu program. Salah satu yang
menjadi masalah utama di dalam penilaian adalah pengukuran hasil
belajar. Pengukuran tersebut merupakan landasan yang terpenting di dalam
penilain pembelajaran. Hanya penilaian yang berdasar pada hasil pengukuran
yang dapat dipercaya sehingga dapat dijadiakan landasan yang kuat bagi
pengambilan keputusan atau kebijakan tentang pembelajaran (Sidin, 2012).
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Siddin dan Khaeruddin. 2012. Evaluasi Pembelajaran.
Makassar: Badan Penerbit UNM.
Anderson, L. W., Krathwohl, D. R., Airasian, P. W., Cruikshank, K.
A., Mayer, R. E., Pintrich, P. R., et al. (2001). A Taxonomy for
Learning, Teaching, andAssissing: A Revision of Bloom's Taxonomy of Educational
Objectives. New York: Longman.
Arikunto, Suharsimi. 2005. Dasar- Dasar Evaluasi
Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2008. Evaluasi Program Pendidikan.
Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Dasar- Dasar Evaluasi
Pendidikan (Edisi ke 2). Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Mayer,R.E.(2002).ATaxonomyforComputer-BasedAssessmentofProblem Solving.ComputersinHumanBehavior.











